Pertanyaan dari M. Arif setiawan:

jika kita telah melakukan amalan2 pembatal islam bgmn memulihkan kembali keislaman kita??

Jawaban:

Telah dijawab melalui radio streaming HSI pada tanggal 12-02-2017/15 Jumadil Awwal 1438

Berikut adalah transkrip jawaban dan link audio jawaban:

==============================

Pertanyaan yang kedua, pertanyaan yang selanjutnya dari Muhammad : “Jika kita telah melakukan amalan-amalan pembatal Islam, bagaimana kita memulihkan kembali keislaman kita?”

Bertaubat kepada Allah ‘azza wa Jal, dengan taubat yang nasuha, yang memenuhi syarat, yaitu menyesal di dalam hati, meninggalkan kesalahan tersebut, dan bertekad kuat di kemudian hari untuk tidak melakukan perbuatan tersebut. Ini adalah 3 (tiga) syarat untuk diterima taubatnya oleh Allah ‘azza wa Jal. Yang dikenal dengan taubatan nasuha, yaitu taubat yang nasuha yang diterima oleh Allah. Apabila terpenuhi 3 (tiga) syarat ini maka diharapkan dosa yang telah dia lakukan diampuni oleh Allah ‘azza wa Jal. Dan Allah mengatakan :

۞ قُلْ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

 (Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas) yaitu yang telah melakukan dosa,  (Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, Sesungguhnya Allah mengampuni dosa seluruhnya, Sesungguhnya Dialah Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)

Ini menunjukkan kepada kita bahwasnya Allah Subhanahu wa ta’ala mengampuni seluruh dosa termasuk diantaranya apabila seseorang melakukan salah satu atau lebih dari amalan-amalan pembatal keislaman maka dia bertaubat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan memperbaharui Syahadatnya yang memperbaharui dua kalimat syahadatnya, maka diharapkan dengan demikian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni dosanya, dan di dalam sebuah Hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan :

التَّاؤِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَه

(Orang yang bertaubat dari sebuah dosa maka seperti orang yang tidak memiliki dosa)

Orang yang bertaubat dari sebuah dosa, yaitu dengan taubat yang nasuha, maka ia seperti orang yang tidak memiliki dosa tersebut. Wallahu ta’ala a’lam.

Materi audio ini disampaikan di dalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyah, HSI AbdullahRoy

==============================

Tim Transkrip HSI: Swandharu (ARN151-0929)

Silahkan downlod audio jawaban di tautan berikut:

https://goo.gl/V8eNlT

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here