Pertanyaan dari Indah Indarsari NA:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
ustad, jika seseorang di masa lalu jauh sebelum berhijrah, pernah mengikuti kegiatan ibadah dan menggunakan simbol agama nasrani. namun beliau tidak meyakini apa yang mereka imani (yesus sebagai tuhan) dalam mengikuti dan menggunakan simbol tersebut. beliau mengikuti hal tersebut karena ajakan dari seseorang yang beliau cintai di masa lalu.
apakah hal tersebut membatalkan keislaman beliau ?
jika iya haruskah beliau mengucapkan syahadat kembali ?
bagaimana hukum pernikahan beliau jika beliau sudah menikah secara islam ?
apakah Allah Subhana wa ta‘ala mengampuni dosa-dosa beliau tersebut, jika sekarang alhamdulillah beliau telah hijrah dan mulai mengenal sunnah ?

Jawaban:

Telah dijawab melalui radio streaming HSI pada tanggal 12-02-2017/15 Jumadil Awwal 1438

Berikut adalah transkrip jawaban dan link audio jawaban:

==============================

Pertanyaan dari Indah Indarsari, jika seseorang di masa lalu jauh sebelum berhijrah pernah mengikuti kegiatan ibadah dan menggunakan simbol agama nasrani namun beliau tidak meyakini apa yang mereka imani dalam mengikuti dan menggunakan simbol tersebut, beliau mengikuti hal tersebut karena ajakan dari seseorang yang beliau cintai di masa lalu,

Apakah hal tersebut membatalkan keislaman?

Jika iya haruskah beliau mengucapkan syahadat kembali?

Bagaimana hukum pernikahan beliau jika beliau sudah menikah secara Islam?

Apakah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa beliau jika sekarang alhamdulillah beliau telah hijrah dan mulai mengenal sunnah?

Baik apakah hal tersebut membatalkan keislaman dari pertanyaan ya dia mengikuti simbol tersebut bukan karena meyakini, tapi karena niat dunia yaitu menerima ajakan dari seorang yang dia cintai, maka kita katakan apa yang dia lakukan adalah maksiat ya maksiat akan tetapi tidak sampai yang membatalkan keislaman, tidak sampai membatalkan keislaman. Apa yang dilakukan adalah sebuah kesalahan yang seseorang bertasyabuh atau menggunakan simbol-simbol yang merupakan kekhususan  bagi orang-orang kafir, maka ini adalah sebuah kesalahan dan sebuah kemaksiatan tidak sampai membatalkan keislaman beliau, karena beliau melakukan ini bukan berdasarkan iman kepada agama tersebut akan tetapi karena ajakan dari orang yang dia cintai.

Wallahu ta’ala a’lam.

Bagaimana hukum pernikahan beliau jika beliau sudah, sebelumnya jika iya haruskah beliau mengucapkan syahadat kembali? tidak perlu karena ini tidak membatalkan keislaman.

Bagaimana hukum pernikahan beliau jika beliau sudah menikah secara islam?sudah cukup seandainya sudah menikah dengan cara yang islami yang di syariatkan maka itu sudah cukup.

Apakah Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa beliau? Iya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maha Pengampun,

اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا
Allah mengampuni dosa seluruhnya

Ya jangankan yang maksiat yang kufur saja, kesyirikan saja apabila pelakunya memohon ampun kepada Allah dan bertobat dengan tobat yang nasuha maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan ya mengampuni dosanya apalagi ini adalah dosa yang lebih kecil daripada kufur dan juga kesyirikan.

Wallahu ta’ala a’lam.

Materi audio ini disampaikan di dalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyah, HSI AbdullahRoy

==============================

Tim Transkrip HSI: Setia Hadi (ARN152-1110)

Silahkan downlod audio jawaban di tautan berikut:

https://goo.gl/Ho5HSi

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here