Syaikh Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar As-Syinqity pernah mengatakan:

Tidaklah hati seorang hamba selalu beristigfar melainkan akan disucikan.
Bila ia lemah, maka akan dikuatkan
Bila ia sakit, maka akan disembuhkan
Bila ia diuji, maka akan diangkat ujian itu darinya
Bila ia kalut, maka akan diberi petunjuk
Dan bila ia galau, maka akan diberi ketenangan

Syeikhul Islam -rohimahulloh- mengatakan:

“Istighfar adalah kebaikan yang paling agung, oleh karena itu, siapa yang merasa kurang dalam perkataannya, atau kurang dalam amalannya, atau kurang dalam rezekinya, atau merasa gonjang-ganjing hatinya; maka hendaklah dia hadapi dengan kalimat tauhid dan istighfar.”

[Al-Fatawa 11/698].

TINGGALKAN KOMENTAR