Pertanyaan dari Khilmiyadi:

Assalamualaikum wr wb
Didaerah daerah kami masih banyak yg percaya hitungan hari baik atau buruk,,untuk melakukan setiap pekerjaan,,,dan beranggapan merasa sial pada waktu waktu tertantu,,apakah ini termasuk pembatal tauhid???
Dan bagaimana agar kalimat tauhid selalu bisa tertanam dalam hati? Jazakallahu khoira

Jawaban:

Telah dijawab melalui radio streaming HSI pada tanggal 12-02-2017/15 Jumadil Awwal 1438

Berikut adalah transkrip jawaban dan link audio jawaban:

==============================

Pertanyaan dari Khilmiyadi. Di daerah kami masih banyak yang percaya hitungan hari baik atau buruk untuk melakukan setiap pekerjaan dan beranggapan merasa sial pada waktu-waktu tertentu, apakah ini termasuk pembatal tauhid dan bagaimana agar kalimat tauhid selalu bisa tertanam di dalam hati?

Apakah ini termasuk pembatal tauhid jawabannya tidak, apa yang beliau sebutkan disini berupa kepercayaan tentang hari yang baik yang buruk untuk melakukan setiap pekerjaan atau menganggap sial waktu tertentu, maka ini mengurangi tauhid tetapi tidak sampai membatalkan tauhid. Ya mengurangi tauhid seseorang kesempurnaan tauhid seseorang tapi tidak sampai membatalkan tauhid seseorang, ini adalah termasuk syirik kecil karena di antara kriteria syirik kecil adalah seseorang menjadikan sesuatu yang bukan sebab menjadi sebab, seseorang menjadikan sesuatu yang bukan sebab menjadi sebab, Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menjadikannya sebab baik ataupun buruknya sebuah pekerjaan ya dengan menghitung hari, ya atau Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menjadikan waktu-waktu tertentu ini sebagai waktu yang sial, seperti misalnya :

“Orang yang melakukan perjalanan di bulan Safar atau orang yang melakukan pernikahan di bulan ini dan itu”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak menjadikan bulan tertentu sebagai sebagai bulan yang sial untuk melakukan pekerjaan tertentu, barangsiapa yang meyakini ya bahwasanya sebuah waktu ini adalah waktu yang sial dan seterusnya tanpa ada hujjah tanpa ada dalil keterangan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala maka dia telah membuat sesuatu yang bukan sebab menjadi sebab, dan ini adalah termasuk syirik kecil, tidak sampai membatalkan tauhid seseorang karena yang membatalkan tauhid ini adalah syirik yang besar.

Bagaimana agar kalimat tauhid selalu bisa tertanam di dalam hati? di antaranya adalah seseorang terus mendalami tentang masalah tauhid ini, ya dan tidak hanya sekedar mempelajari sebentar begitu saja tetapi seorang muslim berusaha untuk terus mendalami dan juga memahami tentang makna kalimat tauhid, dan juga konsekuensinya. Ini adalah diantara cara untuk menanamkan tauhid yang kuat di dalam hati seseorang

Wallahu ta’ala a’lam.

Materi audio ini disampaikan di dalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyah, HSI AbdullahRoy

==============================

Tim Transkrip HSI: Setia Hadi(ARN152-1110)

Silahkan downlod audio jawaban di tautan berikut:

https://goo.gl/JWgzaZ

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here