Tanya Jawab Mahdrasah Haji dan Umroh 2017 bersama Al Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A Hafizhohullahu di Grup Whatsapp MAHAZI

#Pertanyaan 003 :

Bismillāh

1. Di sini kwn2 bayar dam sebelum wuquf di arafah, Apakah sah?

2. Atau potong kambingnya sebelum hari tasyriq bagaimana hukumnya?

3. Kan besok sudah masuk 1 dzulhijjah, apakah kita jg tidak boleh potong kuku dan rambut? Kami jg byr hadyu di bank…

#Penanya
Nama : Maisyaroh Marwan
NIP : ART

# Ustadz Abdullah Roy menjawab:

1. Kalau hanya sekedar membayar dam sebelum wukuf di arofah tidak masalah.
Yang penting disembelihnya pas waktunya yaitu tanggal 10

2. Memotong kambing dimulainya tanggal 10 Dzulhijjah. Tanggal 10, 11,12, 13 ini adalah waktu untuk memotong. Kalau dilakukan sebelum tanggal 10 dzulhijjah maka tidak sah. Demikian pula yang setelah tanggal 13 dzulhijjah.

3. Yang tidak boleh memotong kuku dan rambut adalah yang akan berqurban. Adapun memotong hadyu maka ini bukan termasuk yang dilarang.
Sebagaimana dalam hadits

وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ

dan salah seorang kalian hendak berqurban .. (HR. Muslim)

Dan berqurban lain dengan menyembelih hadyu. Kalau berqurban maka sebagaimana dalam hadits, kalau sudah masuk 1 dzuhijjah maka tidak boleh memotong kuku dan rambut.
Adapun orang yang mau menyembelih hadyu selama dia tidak dalam keadaan ihrom dan juga dia tidak ada niat untuk berqurban, maka boleh dia memotong kuku dan rambutnya.

 

#Pertanyaan 004:
assalamu’alaikum ustadz, mengenai thowaf sunnah, ana ingin bertanya:
1. berapa putaran thowaf sunnah dilakukan?
2. apakah juga disunnahkan melakukan roml di 3 putaran pertama?
3. apakah juga disunnahkan utk sholat sunnah 2 rokaat
dibelakang maqom ibrohim setelah thowaf sunnah?
syukron wa jazakalloh khoir ustadz

# Penanya
Nama : Kusnadi
NiP : ARNH17-02054

# Ustadz Abdullah Roy menjawab :
1. Putaran thowaf sunnah dilakukan 7 (tujuh) kali.
2. Tidak, roml dilakulan hanya pada thowaf yang pertama kita lakukan ketika memasukki kota Mekkah. Seperti misalnya thowaf umroh tammatu’ atau thowaf qudum yang dilakukan bagi orang yang qiron dan ifrod
3. Iya, sholat sunnah 2 roka’at dilakukan setiap kali selesai thowaf. Sama saja apakah thowaf tersebut thowaf yang wajib maupun thowaf yang sunnah.

 

#Pertanyaan 005:
Saya niat haji Tamatu berangkat dari Riyadh InshaAllah tanggal 6 Dzulhijjah. Sejak tgl 1 tidak potong kuku dan rambut karena niat qurban. Bagaimana potong rambut untuk tahalul setelah umroh mengingat saya niat untuk qurban ?

# Penanya
Nama : Achmad Imron Rosyadi
NIP : ARNH17-02003

# Ustadz Abdullah Roy menjawab
Tidak masalah karena memotong rambut yang kita lakukan ketika Umrah, ini adalah kewajiban di antara kewajiban-kewajiban Umrah harus dilakukan.

Adapun yang dilarang, yaitu dilarang untuk memotong kuku dan rambut karena niat qurban apabila dalam keadaan biasa tidak dalam keadaan Ihram maka kita dilarang untuk memotong rambut dan juga memotong kuku.

 

#Pertanyaan006 :
Terkait tanggal 8 Dzulhijjah. Jama’ah haji dari masing-masing penginapan dalam keadaan ihram menuju ke mina, atau langsung menuju arafah ?
Bagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ ketika tarwiyah? mengingat dari kemenag langsung ke arafah.

#Penanya :
Nama : Agus Effendi
NIP : ARNH17-02009

#UstadzAbdullahRoy menjawab :
Pada tanggal 8 Dzulhijjah, maka jama’ah haji dari masing-masing penginapan dalam keadaan ihrom menuju ke Mina, ini yang Sunnah. Jadi pada hari tersebut dan malamnya Jama’ah haji berada di Mina, shalat disana, shalat Dzhuhur, shalat ashar, maghrib, isya’ dan juga Shubuh dan paginya, setelah terbit matahari baru pergi menuju ke Arofah, dan melakukan yang demikian hukumnya adalah Sunnah. Dan dahulu Rasulullah ﷺ melakukannya, dan bagi siapa yang diberi ﷲ kemudahan dia langsung menuju kesana, tapi kalau ingin langsung ke Arofah maka tidak masalah, dan sekali lagi, melakukan tarwiyah pada hari tersebut adalah Sunnah.

 

#Pertanyaan007 :
Jika haji tamatu’ juga niat berkurban di Indonesia, apakah tetap tidak boleh potong kuku mulai 1 Dzulhijjah hingga Qurban di potong di Indonesia?

#Penanya :
Nama : Achmad Imron Rosyadi
NIP : ARNH17-02003

#UstadzAbdullahRoy menjawab :
Iya, sama saja, apakah dia berkurban disini (Saudi Arabia) atau pun di Indonesia, apabila niatnya adalah ingin berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah, jika sudah memasuki 1 Dzulhijjah, maka dia harus menahan diri, tidak boleh memotong kuku, dan tidak boleh dia memotong rambut.
Na’am

 

#Pertanyaan008 :
Setelah shalat subuh sambil menunggu waktu syuruq ana melakukan thawaf sunnah dengan bacaan zikir pagi, kemudian setelah thawaf sholat sunnah thawaf dan sholat syuruq 2 rakat, apakah yang ana kerjakan akan mendapatkan pahala umroh seperti dalil:
Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh dengan berjama’ah di masjid, lalu dia tetap berdiam di masjid sampai melaksanakan shalat sunnah Dhuha, maka ia seperti mendapat pahala orang yang berhaji atau berumroh secara sempurna.”

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.”

#Penanya :
Nama : Muhammad Amril Jihadi
NIP : ARNH17-02063

#UstadzAbdullahRoy menjawab :

Kita berharap, semoga apa yang dilakukan ini mendapatkan pahala umroh, kenapa demikian? Karena, Thawwaf ini termasuk dzikir kepada Allah, termasuk ibadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan didalam hadits “…lalu ia berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari…” , dan thawwaf, kemudian dilanjutkan shalat Sunnah thawwaf, ini adalah termasuk dzikir kepada Allah. Jadi, kita berharap, semoga apa yang dilakukan maqbul dan diterima Allah ‘Azza wa Jalla, dan mendapatkan pahala sebagaimana hadits, yaitu mendapatkan pahala haji dan umroh secara sempurna, Wallahu Ta’ala A’lam

 

#Pertanyaan009 :
Bismillah
a) saat sampai mekah, qadarullah istri masih dalam keadaan haidh, rencana sampai di mekah tanggal 1 dzulhijah, apakah niat ihrom tetap dilakukan di pesawat (rencana haji tamattu’) bagaimana kewajiban umrohnya, apakah harus kembali ke tan’im atau setelah bersih bisa langsung umroh?
b) Kemudian, saat istri melakukan umroh dengan ditemani suami (suami sudah melakukan umrah sebelumnya), apa yang sebaiknya suami lakukan? Adakah amalan lain yang bisa dilakukan suami seperti thawwaf sunnah dll, lalu bagaimana pada saat sa’i?

#Penanya :
Nama : Setia Diarta
NIP : ARNH17-02085

#UstadzAbdullahRoy menjawab :
a) ketika melewati miqat tetap harus dalam keadaan ihram, kemudian dia menunggu di Makkah dalam keadaan ihram sampai suci, ketika sudah suci maka dia mandi, thawaf, sai dan memendekkan rambutnya atau memotong rambutnya. Dan tidak perlu dia ke tan’im karena dia masih dalam keadaan ihram sehingga langsung melengkapi amalan-amalan umrohnya yaitu thawaf, sa’i dan memotong rambut
b) ketika menemani istri melengkapi umrohnya, saat istri melakukan thawaf umroh maka suami bisa melakukan thawaf sunnah, adapun sa’i, maka suami hanya menemani saja tanpa ada niat sa’i sunnah, krn tidak ada disana sa’i sunnah.
wallahu a’lam

 

#Pertanyaan010 :
Bismillah, afwan mau bertanya lagi :
Waktu melempar jumroh aqobah, mulai tanggal 10 dzulhijjah, sampai kapan? Apakah sampai tenggelamnya matahari saja? Padahal ada jadwal jama’ah asia yang untuk melakukan jumroh aqobah di malam hari. Apakah boleh?

#Penanya :
Nama : Dian Indra Cahyono
NIP : ARNH17-02035

#UstadzAbdullahRoy menjawab :
Boleh, melempar jumroh aqabah pada tanggal 10 waktunya sampai terbit fajar hari berikutnya. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya oleh sebagian sahabat pada hari tersebut bahwasanya dia melempar ketika memasuki waktu sore, dan nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan “tidak masalah”.
ini menunjukkan bahwasanya waktu melempar jumroh aqabah bisa sebelum tergelincir matahari dan bisa setelah tergelincir matahari, dan waktunya alhamdulillah luas sampai terbit fajar di hari berikutnya, jadi yang melempar di malam hari, boleh Alhamdulillah.

TINGGALKAN KOMENTAR