Nasihat Berkaitan Dengan Musibah Corona

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Para peserta HSI di manapun antum berada, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjaga antum dan keluarga.

Beberapa poin penting yang berkaitan dengan musibah tersebarnya virus corona akhir-akhir ini, sekedar mengingatkan dan menguatkan apa yang telah disampaikan oleh para ulama.

⑴ Ketahuilah bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menulis segala sesuatu sebelum terjadinya, termasuk di antaranya adalah musibah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍۢ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍۢ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌۭ

“Tidaklah menimpa sebuah musibah di bumi dan tidak pula pada diri kalian kecuali ada di dalam kitāb sebelum kami menciptakan musibah tersebut. Sesungguhnya yang demikian adalah sangat mudah bagi Allāh.” (QS Al-Hadid:22)

⑵ Tidaklah terjadi musibah kecuali dengan izin dan kehendak Allāh.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ

“Tidaklah menimpa sebuah musibah kecuali dengan izin Allāh.” (QS At-Taghabun:11)

⑶ Ketahuilah bahwasanya apa yang Allāh lakukan pasti di sana ada hikmahnya. Tidaklah Allāh Subhānahu wa Ta’āla melakukan sesuatu yang sia-sia. Di antara nama Allāh Azza wa Jalla adalah Al-Hakim yang artinya adalah Dzat yang Maha Bijaksana.

Yakinlah bahwasanya di balik musibah ini pasti di sana ada hikmah dan pelajaran yang bisa diambil oleh manusia.

⑷ Kewajiban kita adalah bersabar atas musibah yang terjadi, terhadap apa yang Allāh takdirkan, baik dengan hati, lisan maupun perbuatan anggota badan kita.

Katakanlah:

إنا لله و إنا اليه راجعون

“Sesungguhnya kami adalah milik Allāh dan kami akan kembali kepadanya.”

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang yang bersabar ketika mendapatkan musibah.

⑸ Ketahuilah bahwasanya tidaklah turun kepada musibah kecuali sebabnya adalah dosa yang dilakukan oleh manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

وَمَآ أَصَـٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍۢ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍۢ

“Dan tidaklah menimpa kalian sebuah musibah kecuali dengan sebab apa-apa yang dilakukan oleh tangan-tangan kalian yaitu berupa dosa.” (QS Asy-Syura:30)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla memaafkan banyak di antara dosa-dosa tersebut dan mungkin saja orang yang shālih juga terkena dampak dari adzab dan bencana, akan tetapi mereka akan dibangkitkan sesuai dengan amalnya.

⑹ Perlu kita menyadari bahwasanya tidak bisa mengangkat sebuah bencana dan menghilangkan sebuah musibah kecuali Allāh Azza wa Jalla yang telah menurunkan musibah tersebut.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّۢ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ

“Dan apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla menghendaki untuk menimpakan memudharatkan kepadamu maka tidak ada yang bisa mengangkat kemudharatan tersebut kecuali Dia.” (QS Al-An’ām:17)

⑺ Kita harus bertawakal kepada Allāh dan bergantung kepadanya. Barangsiapa yang benar-benar bertawakal kepada Allāh dan meyakini bahwanya Allāh, Dia-lah yang mendatangkan manfaat dan Dia-lah yang menolak mudharat, maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan mencukupi dan menolong kita.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ

“Barangsiapa yang bertawakal kepada Allāh, maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan mencukupi dia.” (QS At-Talaq :3)

⑻ Hendaklah kita mengambil sebab dan usaha yang bisa kita lakukan supaya Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengangkat musibah dan bencana ini di antaranya:

√ Memperbanyak Istighfar dan juga bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla

√ Berdo’a, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla melindungi kita semua dari turunnya musibah ini.

√ Menjaga dzikir-dzikir yang disyariatkan seperti dzikir pagi dan petang, dzikir setelah shalāt lima waktu dan dzikir-dzikir lain yang disyariatkan.

⑼ Memperbanyak berbuat baik kepada orang lain dengan ikhlas karena Allāh Azza wa Jalla dan jangan lupa juga mengucapkan do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika melihat atau mendengar orang lain terkena musibah dengan mengatakan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلاً 

Yang disebutkan di dalam hadīts, “Barangsiapa membacanya maka tidak akan menimpa kepadanya musibah yang menimpa orang lain tersebut”.

⑽ Hendaklah kita sungguh-sungguh mengikuti himbauan pemerintah dan para pakar ahli dalam upaya mencegah tersebarnya virus corona ini dan mengikuti fatwa para ulama Ahlus Sunnah wal Jamā’ah.

Yang perlu kita ketahui bagaimanapun usaha kita dalam mengambil sebab dan upaya maka itu hanyalah usaha dan sebab saja, sementara keputusan ada di tangan Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Dan keputusan Allāh Subhānahu wa Ta’āla itulah yang terbaik.

Bersabarlah jika diuji dengan musibah. Semua kita adalah milik Allāh dan semua kita akan kembali kepada Allāh.

Tidak lupa dalam keadaan seperti ini hendaklah kita lebih berhati-hati dalam menerima dan menyampaikan berita. Dan juga perlu kita sadari bahwa di sana ada virus yang lebih berbahaya dari corona ini yang harus kita waspadai yang mengancam keimanan kita yaitu virus kesyirikan, kebid’ahan dan maksiat.

Karena virus ini akan merusak iman yang merupakan sebab keberuntungan kita di dunia dan di akhirat.

Adapun virus corona hanya merusak badan.

Terakhir kita berdo’a semoga Allāh mengangkat wabah ini, menerima taubat kita, memberikan keselamatan kepada kita dan kaum muslimin, dan memudahkan pemerintah kita dalam menangani masalah ini.

Dan tidak lupa kita do’akan khususnya para pengurus, koordinator, musyrifin dan para admin. Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjaga mereka semuanya sehingga bisa terus membantu kita di dalam kegiatan belajar kita di HSI ini.

Demikian yang bisa kita sampaikan.

Wallāhu Ta’āla A’lam

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله و صحبه و سلم
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy, di kota Jember
_________

Unduh atau mendengarkan audio: